Seseorang yang selalu ada di hatiku, dulu, sekarang dan nanti.
Bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bertemu lagi dengan aku di blog ku yang sekarang akan menceritakan tentang biografi seseorang yaitu “ kakekku “
Di kampungku seorang Kakek atau ayah dari orang tua ku biasa di panggil dengan sebutan datok, mungkin agak aneh ya aku juga merasa seperti itu tapi karena terbiasa jadi tidak aneh lagi. Datokku lahir di karimunting pada tanggal 7 juli 1945, dia anak bungsu dari 9 bersaudara. Datokku bernama husin orang kampungku biasa memanggilnya dengan sebutan pak andak. Dia memiliki kulit sawo matang, postur tubuhnya yang tidak pendek dan juga tidak tinggi, mukanya yang bulat dengan kumis tipis dan rambut yang sudah di penuhi dengan uban. Dia berjalan selalu menggunakan tongkat, yang biasa ku sebut dengan tongkat andalan. Kemana-mana dia selalu membawanya, dia berjalan dengan sangat lambat dan sangat hati-hati karena dia pernah terkena penyakit stroke yang lumayan lama. Tetapi syukurnya dia masih biasa bergerak berjalan seperti biasa hanya saja tidak secegak dulu.
Inilah wajah datokku. Dia sangat tampan dan manis saat tersenyum.
Datokku adalah seorang yang sangat dermawan dia bukan orang kaya tetapi dia selalu bersedekah tidak pernah dia lupa untuk saling berbagi dengan orang lain. Orang-orang di kampungku sangat mengenal sosok datokku ini, karena ia terkenal dengan orang yang memiliki kepribadian yang sangat baik. Datok adalah ayah dari ibu ku, dari kecil aku hanya tahu aku punya kakek hanya dia, kakek dari ayahku sudah meninggal sebelum ayahku dan ibuku menikah. Jadi aku tidak tau sosok kakek ku selain datok. Datok sangat dekat dengan ku di bandingkan cucu-cucunya yang lain. Mungkin karena aku cucu yang penurut dan patuh padanya. Aku tinggal dengan nya dari aku kecil hingga aku menginjak usia remaja. datokku sangat baik, sebenarnya dia tidak pilih kasih dengan cucu-cucunya hanya saja datok lebih sayang aku di banding yang lainnya. Setiap pagi kami tidak pernah tidak sarapan karena setiap pagi datok berjalan kaki kewarung untuk membelikan kami cucu-cucunya sarapan pagi yaitu nasi kuning. Sebenarnya kami bisa saja beli sendiri sarapan pagi karena kami pun bisa mengendarai motor tetapi karena datok hobi jalan kaki pagi jadi dia sekalian belikan sarapan pagi untuk kami. Setiap aku ke sekolah dia selalu memberi uang bekal untuk aku jajan di sekolahan katanya buat jaga-jaga jika aku lapar, sebenarnya aku sudah makan sebelum ke sekolah tetapi datok tetap memberi aku uang jajan untuk makan jika tidak pun untuk di tabung jika ada yang ingin dibeli.
Datokku ini orang yang sangat taat dengan agama jadi setiap anak dan cucu-cucunya diwajibkan darinya untuk sholat tepat waktu dan 5 waktu. Datok selalu rajin membangunkan cucu-cucunya untuk sholat subuh, dan hanya aku yang bangun sangat cepat saat dia membangunkan. Datokku sangat suka makan ikan mungkin karena kampungku dekat dengan laut jadi setiap hari kami selalu masak ikan segar, tidak pernah sehari pun kami tidak makan ikan. Selain datok suka ikan juga ikan bagus untuk perkembangan otak kata datokku.
Aku ingat waktu aku pulang sekolah tetapi tidak ada angkutan umum lagi karena aku sekolah pulangnya sore dan waktu itu aku keluar kelas agak lama karena kelas tambahan. Jadi waktu itu aku ditinggal oleh angkutan umum yang biasa nunggu di depan sekolah. Dan akhirnya aku dan teman-teman yang searah dengan ku pun pulang sekolah berjalan kaki. Aku takut kakek khawatir karena sudah adzan magrib tapi aku belum sampai rumah juga, handphone pun tidak ada. Tapi aku bersyukur ada orang baik yang mau memberi tumpangan untuk kami pulang. Sesampainya di rumah benar saja datok khawatir sampai-sampai dia menungguku di depan rumah. Cepat ia menyambutku yang baru pulang dengan wajah gembira. Dia pun menyuruhku mandi dan sholat lalu makan malam bersama. Aku tahu dia khawatir karena nampak jelas di wajahnya. Dia khawatir terjadi apa-apa padaku karena aku tak pernah pulang terlambat, dan aku adalah tanggung jawabnya karena tinggal bersamanya. Aku tinggal bersama datok dari aku kecil dan orang tua ku dapat tugas di Meliau sebagai guru agama islam di sana, sebenarnya orang tua ku ingin membawaku untuk melanjutkan sekolah disana tetapi datok tidak mengizinkan karena dia tak mau melepaskan cucu-cucunya jauh dari nya. Dia akan merasa tenang jika aku tumbuh dewasa di depan matanya. Hari-hari ku sangat bahagia saat dengannya.
Sampai saat itu pun tiba. Yaitu pada tanggal 6 Agustus 2013 tepat pada malam takbiran datokku menutup mata untuk selama-lamanya. Pada saat itu aku menyaksikan sendiri dengan mata ku sendiri pada saat ia bertemu dengan ajalnya. Waktu itu di siang hari pada saat kami semua sibuk berkemas dan memasak untuk menyambut idul fitri, hari kemenangan setelah 30 hari berpuasa. Saat itu kami tidak menyadari hal-hal yang sudah kami alami saat 30 hari berpuasa yaitu hal-hal yang menjengkelkan dari datokku, dari dia tidak membangunkan kami sahur padahal biasanya dia yang paling awal bangun dan membangunkan kami untuk masak sahur, tetapi padah hari itu dia tidak membangunkan kami dan kami pun terlambat sahur dan hanya minum air putih, lalu ia berkata “ datok dah bangun dan makan nasi campur gula” disitu kami semua geram mendengarnya. Waktu itu juga dia minta ditemankan pergi gunting rambut dan minta aku untuk memotong kan kuku tangan dan kakinya, hal itu semua sama sekali tak kami sadari. Tak kami sangka rupanya hal itu karena dia sudah dekat dengan ajalnya.
Aku sedih saat itu saat dia selalu ingin sholat dan mengatakan bahwa dirinya belum sholat, hal itu di lakukannya berulang-ulang kali sampai pandangan matanya tak lagi nampak dan kaki nya tak mampu menompang diri lagi. Sampai baring pun ia terus sholat dan mengatakan bahwa dia belum sholat terus dan terus sampai waktu berbuka terakhir puasa dia menutup mata dengan di iringi kalimat syahadat.
Saat itu aku merasa tak percaya orang yang selama ini menjagaku dengan kasih sayang hilang di mataku begitu saja tanpa membebankan anak dan cucunya. Sungguh lebaran 2013 adalah lebaran yang paling menyedihkan untukku karena aku kehilangan orang yang begitu aku sayang. Datokku dikebumikan setelah sholat idul fitri ia di kebumikan tidak jauh dari rumah kami, disitu adalah kuburan keluarga besar kami. Aku berharap datok tenang disana dan di tempatkan di tempat terbaik di sisi allah dan tergolong orang-orang beriman. Aamiin ya rabbal alamin. Sosok mu datok takkan kulupakan hingga aku memiliki anak cucu kelak dan akan kuceritakan semua kisah mu saat kau menjaga dan mendidik ku sedari kecil.
Sekian cerita biografi tentang kakekku, jika berkenan sedekahkan al-fatihah untuknya terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar