Manajemen Kelas

Hai…

kembali lagi dengan saya Felia Noviantini, di blog saya tentunya.

Nah, terakhir kali kita membahas tentang Manajemen Sekolah, pasti sudah terbayangkan di benak kalian tentang yang akan saya bahas kali ini.. nah, kali ini saya akan membahas tentang Manajemen Kelas.

Yuk kita lihat poin-poin tentang Manajemen Kelas itu apa saja..

A.      Pengertian Manajemen Kelas

manajemen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimumkan efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.

Manajemen kelas ini berguna sebagai suatu langkah atau strategi yang dapat dilakukan guru untuk dapat membuat siswa aktif dalam melaksanakan aktivitas pada saat proses pembelajaran berlangsung di kelas, serta adanya upaya guru dalam mengurangi pola prilaku-prilaku yang kontra produktif pada saat proses pembelajaran, sehingga diharapkan kegiatan guru dan siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dapat berjalan lancar dan efektif apabila dilihat dari segi waktunya. 

Manajemen kelas ini juga merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas, yang dilakukan guna untuk menciptakan dan mempertahankan suasana kelas yang menyenangkan sehingga dapat menimbulkan, membangkitkan serta memelihara atau mempertahankan motivasi belajar siswa agar dapat senantiasa untuk melibatkan diri secara aktif pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

 

 

Manajemen kelas memiliki komponen-komponen yang dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian yaitu:

Pertama, komponen pengelolaan kelas yang berhubungan dengan siswa

Kedua, pengelolaan kelas non siswa seperti yang berkaitan dengan alat peraga, ruangan dan lingkungan kelas.

Selain itu, juga ada beberapa tahapan kegiatan dalam pengelolaan manajemen siswa yaitu:

Tahap penyelenggaraan, pengurusan, dan ketata laksanaan dalam menyelenggarakan kelas. Dari penjelasan tersebut maka dapat dikatakan bahwa kegiatan manajerial merupakan kegiatan yang di dalamnya terdapat suatu upaya untuk menciptkan dan memelihara kondisi pembelajaran yang kondusif. Dengan demikian pemeliharaan kondisi kelas seoptimal mungkin dapat mendukung terselenggaranya proses pembelajaran di kelas secara efektif dan efisien sebagai suatu bentuk perwujudan dalam mencapai tujuan pembelajaran.

 

B.      Tujuan Manajemen Kelas

 

Tujuan manajemen kelas disini dapat dilihat dari dua aspek yaitu tujuan dari aspek siswa dan juga tujuan dari aspek guru.

1)      Dilihat dari aspek guru yaitu sebagai berikut:
a.       sebagai upaya pengembangan dan pemahaman bagi guru pada saat penyajian pelajaran mulai dari kegiatan pendahuluan sampai dengan penutup dapat berjalan secara efektif dan efisien.
b.      Mengupayakan guru                untuk menyadari apa yang akan dilakukannya di kelas harus sesuai dengan kebutuhan siswa serta guru diharapkan memiliki kemampuan dalam memberikan arahan atau bimbingan secara jelas kepada siswa mengenai kesulitan atau masalah yang dihadapi
c.       Sebagai upaya guru dalam mempelajari atau mengetahui  bagaimana merespon tingkah laku siswa yang dianggap menyimpang dari peraturan yang berlaku pada saat proses pembelajaran secara efektif.
d.      Dengan adanya manajemen kelas diharapkan guru dapat memilih dan menentukan pelaksanaan strategi remedial yang menyeluruh untuk dapat digunakan dalam menghubungkan masalah danprilaku siswa yang ditunjukkan pada saat mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas.
 
2)      Dilihat dari aspek siswa yaitu sebagai berikut:
a.       Membantu siswa dalam memotivasi untuk mengembangkan sikap bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya sehingga diharapkan dapat membantu mengontrol diri sendiri.
b.      Dengan adanya manajemen kelas yang dilakukan guru diharapkan dapat meberikan bimbingan kepada siswa agar dapat berprilaku sesuai dengan peraturan yang berlaku di sekolah atau di kelas, sehingga siswa dapat memahami ketika guru memberikan teguran terkait dengan pelaksanaan disiplin tata tertib baik di sekolah maupun di kelas akan dianggap sebagai suatu peringatan untuk tidak dapat mengulangi prilaku yang salah tersebut dengan penuh tanggung jawab. 
c.       Membangkitkan siswa untuk dapat meningkatkan prilaku tanggung jawab atas tugas-tugas atau kegiatan yang diberikan oleh guru.

 

 

C.      Implementasi Manajemen Kelas

Dalam mengimplementasikan manajemen kelas penting adanya kreativitas,  dikarenakan guru merupakan figure yang diakui oleh perundang-undang memiliki sejumlah kompetensi yang dimiliki sehingga dapat menjadi teladan dan panutan langsung bagi peserta didik dikelas. Oleh karena itu, guru perlu siap dengan segala kewajiban, baik manajemen maupun persiapan isi materi pengajaran. Guru juga harus mengorganisasikan kelasnya dengan baik seperti Jadwal pelajaran, pembagian peserta didik, kebersihan, keindahan dan ketertiban kelas, pengaturan tempat duduk peserta didik, penempatan alat-alat dan lain sebagainya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

 

Ketika guru mampu mengimplementasikan manajemen kelas secara efektif dan efisien , maka akan membantu terciptanya suasana kelas yang menyenangkan dan penuh disiplin, hal ini sangat diperlukan sebagai upaya untuk mendorong semangat belajar pesertadidik, dengan demikian kreativitas dan daya cipta guru untuk mengemplementasikan manajemen kelas perlu terus menerus di dorong dan dikembangkan. Guru dalam mengimplementasikan manajemen kelas harus dengan baik. Sebelum pembelajaran di mulai guru harus siap segalanya dalam pembelajaran.

Termasuk dalam hal ini adalah prilaku guru yang juga dapat mempengaruhi dalam pembelajaran dan siswanya. 

Dalam mengimplementasikan manajemen kelas, guru harus memperhatikan langkah-langkah pengelolaan dalam proses belajar pembelajaran, yaitu:

1)      Perencanaan, meliputi:
a.       pada kegiatan ini guru melakukan pertimbangan tentang apa yang akan dilakukan, dan kapan dan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b.      Kegiatan berikutnya adalah membatasi sasaran yang akan denga dikuti penetapan untuk melaksanakan kerja agar hasil belajar yang telah dirumuskan dapat tercapai secara maksimal dengan melalui proses penentuan target agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.
c.       Langkah berikutnya adalah pengembangan alternative pemecahan masalah d.  Mengumpulkan dan menganalisis informasi
d.      Kemudian langkah berikutnya adalah guru dapat melaksanakan dan mengkomunikasikan segala rencana yang merupakan hasil keputusan pada tahap sebelumnya. 
2)      Pengorganisasian, meliputi:
a.       Menyediakan fasilitas, perlengkapan, dan tenaga kerja yang diperlukanuntuk penyusunan kerangka yang efisien dalam melaksanakanrencana-rencana melalui suat prosespenetapan kerja yang diperlukanuntuk menyelesaikannya.
b.      Memgelompokkan komponen kerja kedalam struktur organisasi secara teratur.
c.       Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi
d.      Merumuskan dan menetapkanmetode dan prosedure. Memilih, mengadakan pelatihan daripendidkan tenaga kerja sertamencari sumber-sumber lain yang diperlukan.
3)      Pengarahan, meliputi :
a.       Pada tahap ini guru dapat melakukan penyusunan mengenai kerangka waktu dan biaya secara terperinci.
b.      Guru dapat menjadi prakarsa dan menunjukkan jiwa kepemimpinan ketika akan melaksanakan sebuah rencana dan melakukan pengambilan keputusan.
c.       Guru dapat mengeluarkan intruksi-intruksi yang spesifik.
d.      Membimbing, memotivasi, dan melakukan sepervisi.
4)      Pengawasan, meliputi :
a.       mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di bandaingkan dengan rencana.
b.      Melaporkan penyimpanganuntuk tindakan korelasi dan merumuskantindakan korelasi, menyusun standar-setandar dan saransaran. 
c.       Guru melakukan penilai mengenai apa yang  telah dikerjakan dengan menghubungkan pada tindakan yang dianggap menyimpang. 


 

Ada hal yang juga harus diperhatikan oleh guru disamping pelaksanaan manajemen kelas yaitu prosedur manajemen kelas, sebagai berikut: Upaya untuk menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar membentuk dan menjadikan siswa memiliki motivasi yang tinggi, guru dapat menerapkan manajemen kelas preventif dan kuratif yang kedua hal tersebut memiliki prosedur manajemen yang berbeda.

Manajemen kelas preventif dilakukan apabila guru  memiliki inisiatif sendiri dalam mengupayakan menciptakan suatu kondisi interaksi yang menyenangkan, menarik siswa sehingga menimbulkan suasana pembelajaran yang kondusif yang dirasakan nyaman dan luar biasa oleh siswa, yang pada akhirnya proses pembelajaran seperti itu dapat membawa keuntungan terutama dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Sementara itu manajemen kelas kuratif adalah yang dilaksanakan karena terjadi penyimpangan pada tingkah laku siswa, sehingga mengganggu jalannya proses pembelajaran. 

 

Sekian yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

Sampai ketemu di tulisan selanjutnya…😊


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM