KULTUR SEKOLAH

KULTUR SEKOLAH

 

Kali ini kita akan membahas tentang kultur sekolah yang dimana akan sangat penting, yang perlu kita ketahui dan pahami. Namun sebelum kita masuk ke penjelasan tentang kultur sekolah, sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu kultur. Karena jika sudah mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan kultur ini maka kita akan dengan mudah memahami apa itu kultur yang ada di lingkungan sekolah atau kultur sekolah.

Nah kultur disini pada mulanya datang dari disiplin ilmu antropologi sosial. Kultur yaitu budaya. Yang mana budaya sangatlah luas. Istilah kultur bisa diartikan sebagai totalitas pola perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan seluruh produk lain dari karya dan pemikiran insan yang mencirikan syarat suatu rakyat atau penduduk yg ditransmisikan bersama.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kultur atau budaya diartikan sebagai pikiran, adat istiadat, sesuatu yang telah berkembang, sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sukar untuk diubah. Dalam pemakaian sehari-hari, orang biasanya mensinonimkan pengertian budaya dan tradisi (tradition). Dalam hal ini, tradisi diartikan sebagai ide-ide umum, sikap dan kebiasaan dari masyarakat yang nampak dari perilaku sehari-hari yang menjadi kebiasaan dari kelompok masyarakat tersebut.   

Nah jadi dapat kita simpulkan bahwasanya kultur sekolah ini adalah suatu kebudayaan atau kebiasaan yang terdapat pada suatu sekolah yang merupakan himpunan norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan, ritual dan upacara, simbol dan cerita yang membentuk persona sekola.

Adanya kultur atau budaya sekolah diharapan dapat membangun dari waktu ke waktu dari guru, administrator, orang tua, dan siswa bekerja sama, memecahkan masalah, menghadapi tantangan dan mengatasi kegagalan. Setiap sekolah memiliki seperangkat harapan tentang apa yang dapat dibahas pada rapat staf, bagaimana teknik mengajar yang baik, dan pentingnya pengembangan staf. Budaya sekolah juga merupakan cara berpikir tentang sekolah dan berurusan dengan budaya dimana mereka bekerja.

Budaya sekolah ini merupakan jaringan tradisi dan ritual yang kompleks, yang telah dibangun dari waktu ke waktu oleh guru, siswa, orangtua, dan administrator yang bekerja sama dalam menangani krisis dan prestasi. Pola budaya ini sangat abadi, memiliki dampak yang kuat pada kinerja, dan dapat membentuk bagaimana orang berpikir, bertindak, dan merasa.

     Disini sekolah juga memiliki kebiasaan dan upacara-komunal sendiri untuk merayakan keberhasilan, untuk memberikan kesempatan selama transisi kolektif, dan untuk mengakui kontribusi masyarakat terhadap sekolah. Budaya sekolah ini juga meliputi simbol dan cerita yang mengkomunikasikan nilai-nilai inti, memperkuat misi, membangun komitmen, dan rasa kebersamaan. Simbol  tersebut adalah tanda lahiriyah nilai. Cerita juga merupakan representasi sejarah dan makna kelompok. Dalam budaya positif, fitur-fitur tersebut memperkuat proses pembelajaran, komitmen, dan motivasi, karena dapat menjamin para anggota konsisten dengan visi sekolah.

Budaya sekolah ini juga mempengaruhi cara orang berpikir, merasa, dan bertindak. Lalu mampu memahami dan membentuk budaya adalah kunci keberhasilan sekolah dalam mempromosikan staf dan belajar siswa. Sekolah memiliki budaya yang pastinya tentang diri mereka sendiri. Di sekolah, ada ritual yang kompleks dalam hubungan interpersonal, satu set kebiasaan, adat istiadat, dan sanksi irasional, ada kode moral yang berlaku di antara mereka. Orangtua, guru, kepala sekolah, dan siswa selalu merasakan sesuatu yang istimewa, namun seringkali tak terdefinisikan, tentang sekolah mereka, tentang sesuatu yang sangat kuat namun sulit untuk dijelaskan. Kenyataan ini, merupakan aspek sekolah yang sering diabaikan dan akibatnya seringkali tidak hadir dalam diskusi-diskusi tentang upaya perbaikan sekolah.

            Dalam literatur sosiologi pendidikan, kebudayaan sekolah dimaknai sebagai: a complex set of beliefs, values and traditions, ways of thinking and behaving, yaitu seperangkat keyakinan, nilai, dan tradisi, cara berpikir dan berperilaku yang membedakannya dari institusi-institusi lainnya. Dapat dikemukakan bahwa kebudayaan sekolah memiliki unsur-unsur penting, mulai dari yang abstrak/non-material hingga yang konkrit/material, yaitu:

  1. Nilai-nilai moral, sistem peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.
  2. Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, non teaching specialist, dan tenaga administrasi.
  3. Kurikulum sekolah yang memuat gagasangagasan maupun fakta-fakta yang menjadi keseluruhan program pendidikan.
  4. Letak, lingkungan, dan prasarana fisik sekolah gedung sekolah, mebelair, dan perlengkapan lainnya.

 

Sekolah sangat berperan dalam menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi, dan oleh karena itu harus selalu memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum. Namun demikian, di sekolah itu sendiri timbul pola kelakuan tertentu. Nah kebudayaan sekolah itu sendiri merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat luas, namun mempunyai ciri-ciri yang khas/unik sebagai suatu sub-kebudayaan/sub-culture. Timbulnya sub-kebudayaan sekolah juga terjadi karena sebagian besar dari waktu siswa terpisah dari kehidupan orang dewasa. Dalam kondisi demikian itulah, dapat berkembang pola perilaku yang khas bagi siswa yang tampak dari pakaian, bahasa, kebiasaan, kegiatan-kegiatan, serta upacara-upacara. Namun ada sebab lain timbulnya kebudayaan sekolah tersebut yaitu tugas sekolah yang khas yakni mendidik anak melalui penyampaian sejumlah pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), ketrampilan (psikomotorik) yang sangat sesuai dengan kurikulum dengan metode dan teknik kontrol tertentu yang berlaku di sekolah tersebut. Sebagai sub-kultur tersebut, kultur sekolah hadir dalam berbagai variasi dalam praktiknya.

Kultur atau budaya sekolah juga berpengaruh terhadap berjalannya fungsi sekolah. Berikut deskripsi mengeni aspek-aspek kultur sekolah yang berpengaruh terhadap fungsi sekolah:

1.      Visi dan Nilai

Visi merupakan citra ideal dan unik tentang masa depan atau orientasi masa depan terhadap kondisi ideal yang dicita-citakan. Sedangkan nilai bukan sekedar sebuah preferensi, melainkan merupakan persenyawaan dari pemikiran, perasaan, dan preferensi. Komponen nilai ini meliputi: kognitif, emosional, dan evaluatif. Dan terdapat dua kategori pada nilai, yaitu nilai intrinsik dan nilai instrumental. Nilai intrinsik merupakan nilai yang ditegakkan tanpa memperhatikan untung/rugi, misalnya: nilai patriotisme. Sedangkan nilai instrumental merupakan nilai yang didukung karena menguntungkan, misalnya produktivitas. Visi, misi, tujuan dan nilai-nilai dalam budaya merupakan unsur yang penting. Pentingnya tujuan bermakna norma-norma yang positif, dan nilai-nilai yang dipegang teguh untuk menambahkan semangat dan vitalitas untuk perbaikan sekolah

2.      Upacara dan Perayaan

Upacara, tradisi, dan perayaan sekolah bermanfaat dalam membangun jaringan informal yang relevan dengan budaya. Momentum-momentum penting di sekolah dapat dirayakan secara sederhana agar sekolah dapat menggelorakan visi dan spirit sekolah.

3.      Sejarah dan Cerita

Sejarah dan cerita masa lalu penting dalam mengalirkan dan memancarkan energi budaya. Fokus pada setiap budaya sekolah merupakan aliran sejarah dan peristiwa masa lalu yang turut membentuk budaya yang sangat berkembang pada masa kini. Dengan kata lain, romantisme masa lalu dapat sangat membantu membangkitkan semangat untuk mewujudkan kejayaan masa depan.

4.      Arsitektur dan Artefak

Biasanya sekolah memiliki simbol-simbol seperti: arsitektur, motto, kata-kata dan tindakan. Setiap sekolah memiliki lambang/logo sekolah, motto, lagu (mars/hymne), dan seragam sekolah yang mencerminkan visi dan misi suatu sekolah tersebut. Pemanfaatan lahan pada area sekolah seperti: dinding kelas, selasar sekolah, dan lorong sekolah untuk memampangkan artefak fisik, efektif dalam menumbuhkan nilai dan spirit utama sekolah, misalnya melalui poster, majalah dinding, spanduk, dan pesan inspiratif lainnya.

 

Nah, kultur sekolah disini bukan hanya sekedar kultur di sekolah saja. Kultur sekolah ini dimiliki oleh setiap sekolah dimanapun berada. Masing-masing sekolah tersebut dapat mengembangkan keunikan dan ciri khas melalui kultur sekolah. Oleh karenanya terdapat variasi kultur di berbagai sekolah. Pengembangan kultur di masing-masing sekolah dapat disesuaikan dengan aspek-aspek yang dianggap penting oleh masing-masing sekolah, seperti: visi-misi, kondisi dan potensi sekolah. Sejumlah sekolah lebih menekankan kultur sekolah yang fokus untuk mendorong pencapaian prestasi akademik. Namun tidak jarang sekolah yang lain lebih fokus pada aspek non-akademik. Hal tersebut juga sangat dimungkinkan, mengingat para siswa yang mendapatkan layanan pendidikan memiliki kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang bervariasi.

Nah, mengenai program sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan dan mengembangkan kultur sekolah ini dapat bervariasi karena tidak ada model tunggal. Setiap sekolah masing-masing memiliki tujuan umum pendidikan yang relatif sama (universal), namun sebagai subkultur, setiap sekolah dapat mengembangkan kultur sekolah yang khas (relatif) sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh institusi sekolah tersebut. Sub-kultur tersebut itu biasanya identik dengan kultur di masyarakat yang lebih luas. Dengan adanya variasi itu tersebut, setiap sekolah memiliki peluang untuk menjadi sekolah yang unggul, dengan keunggulan masing-masing yang khas. Setiap sekolah bahkan dapat saling mengisi secara kolaboratif, bukannya bersaing secara kompetitif. Semua kembali kepada bagaimana dan kemana pimpinan sekolah akan membawa dan mengarahkan sekolahnya.

 

Inilah sedikit penjelasan saya mengenai kultur sekolah, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

Sampai ketemu ditulisan selanjutnya.😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM