Karakteristik Peserta Didik

 


Karakteristik Peserta Didik

Apa itu karakteristik peserta didik?

Nah disini saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu karakteristik dan peserta didik.


         Karakteristik berasal dari kata karakter dengan arti tabiat/watak, pembawaan atau kebiasaan yang dimiliki oleh individu yang relatif tetap.  Karakteristik mengacu kepada karakter dan gaya hidup seseorang serta nilai-nilai yang berkembang secara teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan mudah di perhatikan. Karakteristik juga merupakan keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Karakteristik merupakan aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berpikir, dan kemampuan awal yang dimiliki.

Siswa atau anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan pendidikan. Anak didik adalah unsur penting dalam kegiatan interaksi edukatif karena sebagai pokok persoalan dalam semua aktivitas pembelajaran. 

Menurut saya karakteristik umum peserta didik ialah karakter atau gaya hidup individu secara umum (yang dipengaruhi oleh usia, gender, latar belakang) yang telah dibawa sejak lahir dan dari lingkungan sosialnya untuk menentukan kualitas hidupnya.

Karakteristik peserta didik  secara garis besar dapat di klasifikasikan menjadi tiga yaitu karakteristik umum, kemampuan awal dan gaya belajar. Namun,  disini kita akan membahas karakteristik peserta didik karakteristik umum. Yaitu: gender, etnik, usia, kultural, status sosial, dan minat.

Gender

Jika peserta didik dalam suatu kelas di lihat berdasarkan gender, maka pada umumnya kelas tersebut tidak homogen (heterogen), ada laki-laki ada perempuan. Kelas dengan peserta didik yang heterogen ataupun homogen akan memiliki karakter yang berbeda.

Oleh karna itu, seorang pendidik perlu untuk memahami karakteristik peserta didik berdasarkan gendernya. Hal ini penting sebagai dasar dalam mempersiapkan pembelajaran, menyajikan materi, berkomunikasi, pemberian tugas, dan lainnya.

Selain itu, jika di lihat dari perbedaannya, maka keduanya memiliki perbedaan pada fisiologis dan biologis, peran, perilaku, kegiatan dan atribut masyarakat. Sedangkan jika di lihat dari kesamaan, maka keduanya memiliki kesamaan peran dalam hak dan kewajiban sesuai dengan adat istiadat, budaya masyarakat. Seperti kesetaraan dalam memperoleh pekerjaan, peningkatan ilmu dan takwa, mencapai cita-cita menjadi guru, dokter, dan lain-lain.

Atas dasar Karakteristik Peserta Didik yang demikian tentunya akan berimplikasi terhadap pengelolaan kelas, pengelompokan peserta didik, dan pemberian tugas yang di lakukan pendidik. Kelas yang peserta didiknya homogen tentunya tidak sesulit kelas yang peserta didiknya heterogen.


Etnik

Negara Indonesia merupakan Negara yang luas wilayahnya dan kaya akan etniknya. Namun berkat perkembangan alat transportasi yang semakin modern, maka seolah tidak ada batas antar daerah/suku dan juga tidak ada kesulitan menuju daerah lain untuk bersekolah. Sehingga, di sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya. Seorang pendidik tentunya dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan Karakteristik Peserta Didik berdasarkan kondisi etniknya. Seorang pendidik yang menghadapi peserta didik hanya satu etnik di kelasnya.

Usia

Usia yang di miliki peserta didik akan berkonsekuensi terhadap pendekatan pembelajaran, metode, media, dan jenis evaluasi yang di gunakan pendidik. Karakteristik Peserta Didik berdasarkan usia sama pentingnya dengan 2 karakteristik sebelumnya.

Ketika pendidik menghadapi peserta didik Taman Kanak-kanak pada umumnya berusia 5-6 tahun, sudah tentu akan berbeda pendekatan, metode, dan media yang digunakan ketika menghadapi peserta didik SD yang berusia 7-11 tahun, SMP yang usianya berkisar 12-14 tahun, SMA/SMK yang umumnya berusia 15-17 tahun, karena di lihat dari perkembangan intelektualnya saja jelas berbeda.

Karakteristik Peserta Didik berdasarkan usia dapat dilihat dari proses perkembangan intelektual anak usia Taman Kanak-Kanak pada taraf pra operasional konkrit sedangkan peserta didik Sekolah Dasar berada pada tahap operasional konkrit, dan peserta didik Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas serta Sekolah Menengah Kejuruan pada tahap operasional formal.


Kultural

Setiap manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan tentunya menjadi pendukung kebudayaan tertentu. Begitu juga peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Hal ini sangat di mungkinkan karena Indonesia merupakan Negara kepulauan yang masing-masing memiliki budaya, bahasa, dan etnis masing-masing.

Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural. Pendidikan multikultural didefinisikan sebagai pendidikan tentang keberagaman kebudayaan dalam merespon perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan (global).


Sosial

Manusia di ciptakan Tuhan dengan di beri rezeki seperti berupa pekerjaan, kesehatan, kekayaan, kedudukan, dan penghasilan yang berbeda-beda. Kondisi seperti ini juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada suatu kelas atau sekolah kita. Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari berbagai status sosial-ekonomi masyarakat. Karakteristik Peserta Didik dapat di lihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wirausahawan, pegawai negeri, pedagang, petani, dan buruh. Dilihat dari sisi jabatan orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau kepala perusahaan.

Di samping itu ada peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu, dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak di pungkiri kadang di jumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat dalam belajar secara kelompok.


Minat

Minat dapat di artikan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang di pilihnya. Apabila seseorang melihat sesuatu yang memberikan manfaat, maka dirinya akan memperoleh kepuasan dan akan berminat pada hal tersebut. minat sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.

Apa yang di lihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingan orang tersebut. Atas dasar hal tersebut sebenarnya minat seseorang khususnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat penting. Oleh karena itu hendaknya terus ditumbuh kembangkan agar selalu tinggi. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa minat belajar peserta didik tidaklah sama, ada peserta didik yang memiliki minat belajarnya tinggi, ada yang sedang, dan bahkan rendah. Untuk melihat peserta didik memiliki minat belajarnya tinggi atau tidak sebenarnya dapat di lihat dari indikator minat itu sendiri.

Indikator Karakteristik Peserta Didik berdasarkan minat meliputi:

1. Perasaan senang

2. Ketertarikan peserta didik

3. Perhatian dalam belajar

4. Keterlibatan belajar

5. Manfaat dan fungsi mata pelajaran,


Sekian yang dapat saya sampaikan...

Sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya...☺


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM